Transformasi Strategis: 31 Ahli Penyuluhan Sulteng Perkuat Lini Depan Modernisasi Pertanian Nasional
Sebagai langkah strategis konsolidasi, tiga puluh satu tenaga penyuluh pertanian dari Sulawesi Tengah kini secara resmi mengintegrasikan kompetensinya ke dalam Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), memperkokoh fondasi menuju target swasembada pangan 2026.
Dalam upaya mendorong akselerasi pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian melakukan konsolidasi strategis dengan mengintegrasikan 31 penyuluh pertanian asal Provinsi Sulawesi Tengah ke dalam struktur Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP). Langkah ini bukan sekadar penambahan personel, melainkan sebuah upaya sistematis untuk mentransformasi ekosistem penyuluhan pertanian nasional.
Implikasi dari integrasi ini bersifat multidimensional. Pertama, terjadi sentralisasi dan harmonisasi sistem penyuluhan di bawah payung kebijakan yang terpadu. Hal ini diharapkan mampu memangkas birokrasi, meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya, dan memastikan pesan serta inovasi teknologi pertanian modern tersampaikan secara lebih cepat, seragam, dan tepat sasaran kepada para petani di lapangan. Koordinasi yang lebih baik antar-pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga pelaku usaha—juga akan terbentuk, menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam mendukung program modernisasi sektor agraris di wilayah Sulawesi Tengah.
Kedua, penyuluh ditempatkan sebagai aset kunci dan ujung tombak dalam strategi transformasi pertanian. Peran mereka bergeser dari sekadar penyampai informasi menjadi agen perubahan yang aktif mendorong adopsi praktik-praktik pertanian yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan. Keberhasilan mereka dalam membimbing petani mengadopsi teknologi baru akan menjadi penentu langsung dalam mempercepat peningkatan produksi dan ketahanan pangan daerah.
Dengan demikian, langkah ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kapasitas kelembagaan. Kolaborasi yang diperkuat antara BRMP dan para penyuluh ini diharapkan tidak hanya mendongkrak angka produksi, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk sistem pertanian Indonesia yang lebih tangguh, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pangan masa depan.