Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengambil sumpah jabatan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam sebuah upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini menandai langkah strategis pemerintah untuk menghimpun masukan multiperspektif dari berbagai latar belakang pemikiran dan keahlian demi mendukung arah kebijakan nasional.
Komposisi Kepemimpinan dan Struktur Wantimpres
Struktur kepemimpinan Wantimpres periode ini dipercayakan kepada duet teknokrat dan politisi senior:
- Ketua: Pratikno, mantan Menteri Sekretaris Negara yang memiliki jam terbang panjang dalam tata kelola birokrasi pemerintahan.
- Wakil Ketua: Hatta Rajasa, mantan Menko Perekonomian yang berfokus pada sinkronisasi stabilitas ekonomi makro dan diplomasi industri.
Kombinasi keduanya dinilai strategis untuk menjembatani komunikasi politik pemerintah dengan realitas kebijakan publik di lapangan.
Merangkul Spektrum Luas: Dari Akademisi Vokal hingga Tokoh Agama
Salah satu sorotan utama publik dalam komposisi dewan kali ini adalah keterlibatan figur-figur independen dan kritis. Masuknya akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung menjadi perbincangan hangat. Kehadirannya diproyeksikan sebagai penyeimbang yang memberikan analisis kritis, objektif, dan argumentatif tanpa kompromi birokratis langsung ke meja Presiden.
Selain itu, Wantimpres juga diperkuat oleh sederet representasi kebangsaan yang solid:
- Tokoh Agama dan Kebangsaan: Menghadirkan figur penyejuk seperti Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj dan Ny. Dra. Sinta Nuriyah Wahid, yang berperan menjaga harmoni kebangsaan, toleransi, serta keadilan sosial bagi kelompok rentan.
- Unsur Pertahanan dan Keamanan: Purnawirawan jenderal senior seperti Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar turut dilibatkan untuk memberikan pandangan geopolitik, keamanan wilayah, dan stabilitas teritorial.
- Unsur Ekonomi dan Dunia Usaha: Kehadiran tokoh bisnis dan filantropis Dato' Sri Tahir diharapkan memberi masukan praktis terkait iklim investasi, lapangan kerja, dan peran swasta dalam pembangunan infrastruktur sosial.
Fungsi Pengawasan dan Pertimbangan Kebijakan
Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa Wantimpres bukan sekadar lembaga seremonial, melainkan pilar independen yang bertugas menyampaikan telaah strategis—baik diminta maupun tidak diminta—mengenai isu domestik, tantangan geopolitik global, serta program prioritas nasional.
Langkah konsolidasi ini diharapkan dapat memperkuat akurasi pengambilan keputusan pemerintah di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan transisi kebijakan nasional.















