Internasional

Operasi Penangkapan Maduro: Langkah AS yang Mengguncang Tata Dunia dan Memicu Badai Kecaman Internasional

Aksi militer Amerika Serikat yang menahan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya di Caracas bukan sekadar insiden bilateral. Langkah ini telah membuka kotak Pandora kritik global, mempertanyakan fondasi kedaulatan negara dan hukum internasional, serta berpotensi mengubah lanskap geopolitik Amerika Latin.

Penulis:Ahmad Alif Badawi
5 Januari 2026
Operasi Penangkapan Maduro: Langkah AS yang Mengguncang Tata Dunia dan Memicu Badai Kecaman Internasional

Pada awal Januari 2026, panggung geopolitik global diguncang oleh sebuah operasi yang akan dikenang sebagai momen kontroversial. Pasukan khusus Amerika Serikat melancarkan misi rahasia di jantung Caracas, yang berhasil mengamankan dan membawa keluar Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta sang ibu negara, Cilia Flores. Keduanya kemudian diterbangkan menuju wilayah yurisdiksi AS, tepatnya ke New York. Pemerintah Washington membenarkan operasi ini sebagai eksekusi hukum atas serangkaian dakwaan kriminal yang telah lama membayangi kepemimpinan Maduro.

Gempa Politik dan Retaknya Prinsip Kedaulatan

Gelombang kejut dari aksi tersebut langsung menyebar ke seluruh penjuru dunia, memicu reaksi yang keras dan hampir seragam dari banyak kekuatan global. Negara-negara seperti Rusia, Tiongkok, dan Iran tidak hanya menyuarakan kecaman biasa. Mereka secara tegas mengecam operasi itu sebagai bentuk agresi unilateral yang melanggar kedaulatan Venezuela, dengan beberapa pernyataan resmi bahkan menyamakannya dengan praktik 'terorisme negara'. Insiden ini dianggap telah melanggar prinsip non-intervensi yang menjadi pilar hukum internasional, menciptakan preseden berbahaya yang bisa ditiru oleh negara lain di masa depan.

Dampak Berantai dan Kekhawatiran Stabilitas Global

Implikasi dari penangkapan seorang kepala negara yang sedang menjabat tanpa mandat Dewan Keamanan PBB jauh melampaui hubungan AS-Venezuela. Analis politik dan pakar hubungan internasional memperingatkan bahwa langkah ini berpotensi memicu ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan Amerika Latin, mengikis kepercayaan terhadap norma-norma diplomasi, dan memperuncing polarisasi dunia. Organisasi-organisasi internasional menyuarakan keprihatinan mendalam bahwa tindakan semacam ini dapat menggerus fondasi tatanan dunia berbasis aturan, membuka pintu bagi siklus balas dendam dan konflik antar negara yang lebih dalam.

Di tengah kekosongan kekuasaan, Mahkamah Agung Venezuela dengan cepat mengambil langkah konstitusional dengan menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai pemimpin sementara. Pemerintahan transisi ini memiliki tugas ganda: menjaga stabilitas negara dan menggalang dukungan diplomatik untuk menuntut pemulihan status quo serta pembebasan Maduro dan istrinya.

Pembenaran Hukum yang Dipertanyakan dan Masa Depan yang Suram

Meski AS berargumen bahwa operasi tersebut murni untuk penegakan hukum, dasar hukum dan konstitusionalnya di bawah kerangka hukum internasional dipertanyakan secara luas oleh para ahli. Banyak yang melihatnya sebagai penerapan yurisdiksi ekstrateritorial yang agresif, yang lebih didasari pada pertimbangan politik ketimbang hukum. Peristiwa ini tidak hanya memperburuk hubungan Washington dengan negara-negara yang sudah tegang, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan sekutu tradisional AS, yang khawatir akan efek domino dan normalisasi intervensi militer semacam ini. Masa depan hubungan bilateral, stabilitas regional, dan integritas sistem internasional kini tergantung pada resolusi krisis yang penuh ketegangan ini.

Dipublikasikan: 5 Januari 2026, 08:17
Diperbarui: 5 Januari 2026, 08:17
Operasi Penangkapan Maduro: Langkah AS yang Mengguncang Tata Dunia dan Memicu Badai Kecaman Internasional | Kabarify