Peternakan

Masa Depan Pangan Indonesia: Strategi Inovatif Kementan untuk Transformasi Peternakan 2026

Menyongsong tahun 2026, Kementerian Pertanian RI merancang transformasi ekosistem peternakan nasional melalui pendekatan terintegrasi. Fokus utama pada jaminan pasokan protein hewani berkualitas untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, dengan penekanan pada pemerataan pembangunan di luar Jawa-Bali dan pemberdayaan peternak lokal.

Penulis:salsa maelani
7 Januari 2026
Masa Depan Pangan Indonesia: Strategi Inovatif Kementan untuk Transformasi Peternakan 2026

Menjelang tahun 2026, Kementerian Pertanian Republik Indonesia sedang mengkonsolidasikan pendekatan strategis yang bertransformasi dalam sektor peternakan nasional. Visi ini tidak sekadar meningkatkan angka produksi, melainkan membangun fondasi sistem pangan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Evaluasi mendalam terhadap capaian tahun 2025 mengungkap sebuah prioritas krusial: ketahanan pasokan ayam dan telur sebagai pilar protein hewani masyarakat Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, strategi 2026 dirancang dengan tiga pilar utama. Pertama, redistribusi geografis dengan mengembangkan klaster-klaster peternakan terintegrasi di kawasan di luar Jawa dan Bali, mengurangi ketergantungan pada pusat produksi tradisional. Kedua, revitalisasi rantai pasok melalui digitalisasi dan logistik yang efisien. Ketiga, inovasi teknologi menyentuh aspek fundamental seperti formulasi pakan alternatif yang terjangkau dan sistem kesehatan hewan berbasis prediktif.

Pendanaan program dirancang bersifat produktif dan inklusif, bertujuan tidak hanya menaikkan volume produksi, tetapi terutama untuk mengintegrasikan peternak skala kecil dan menengah ke dalam ekosistem industri yang lebih luas. Skema kemitraan, akses modal, dan transfer pengetahuan menjadi kunci dalam model ini.

Implikasi dari strategi multidimensi ini diharapkan melampaui stabilitas pasokan. Sistem yang dibangun dirancang untuk lebih tangguh menghadapi gejolak pasar dan perubahan iklim. Pada akhirnya, tujuan utamanya adalah dual impact: menjamin akses pangan bergizi bagi seluruh rakyat melalui program MBG, sekaligus mendongkrak kesejahteraan dan kapasitas ekonomi peternak di berbagai penjuru Nusantara, menciptakan siklus positif antara produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

Dipublikasikan: 7 Januari 2026, 03:19
Diperbarui: 7 Januari 2026, 03:19
Masa Depan Pangan Indonesia: Strategi Inovatif Kementan untuk Transformasi Peternakan 2026 | Kabarify