musibah

Korsleting di Sarinah: Alarm Nyata untuk Keamanan Instalasi Publik di Jakarta

Kebakaran papan reklame Sarinah berhasil dipadamkan tanpa korban, namun menyisakan pertanyaan serius tentang standar keamanan instalasi publik di ibu kota.

Penulis:adit
7 Januari 2026
Korsleting di Sarinah: Alarm Nyata untuk Keamanan Instalasi Publik di Jakarta

Malam Minggu yang Berbeda di Jantung Jakarta

Bayangkan Anda sedang menikmati malam Minggu yang santai di sekitar Thamrin. Lampu kota berkelap-kelip, lalu lintas mulai lengang, dan suasana akhir pekan terasa hangat. Tiba-tiba, asap tebal membubung dari salah satu ikon Jakarta yang legendaris. Itulah yang terjadi di Sarinah, Minggu malam lalu. Sebuah papan reklame tiba-tiba menjadi sumber api yang mengancam. Tapi cerita ini bukan sekadar laporan insiden biasa. Ini adalah cermin dari sebuah pola yang sering kita anggap remeh: keamanan instalasi publik di ruang kota kita.

Yang menarik, meski lokasinya di pusat kota dan ramai dikunjungi, api berhasil dikendalikan dengan cepat. Tidak ada korban jiwa, tidak ada kepanikan massal. Tapi justru di sinilah letak paradoksnya. Seringkali, keberhasilan penanganan darurat membuat kita lupa bertanya: seharusnya insiden seperti ini tidak perlu terjadi sama sekali. Menurut data Dinas Penanggulangan Kebakaran DKI Jakarta, sepanjang 2023, sekitar 37% kebakaran di gedung komersial Jakarta dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi luar gedung. Angka yang tidak kecil untuk diabaikan.

Detik-Detik yang Menegangkan dan Respons Cepat

Matahari sudah lama tenggelam ketika petugas keamanan Sarinah pertama kali melihat percikan api dari papan reklame di sisi gedung. Dalam hitungan menit, asap sudah membubung tinggi, menarik perhatian pengendara dan pejalan kaki di sekitar Thamrin. Yang patut diapresiasi adalah respons tim internal Sarinah yang langsung bergerak melakukan penanganan awal. Mereka berhasil mencegah api merambat ke bagian gedung utama, sebuah langkah kritis yang sering menentukan skala bencana.

Unit pemadam kebakaran DKI Jakarta tiba di lokasi dengan cepat. Namun saat mereka sampai, kondisi sudah relatif terkendali berkat upaya awal tim keamanan. Proses pendinginan dan pemadaman total bisa diselesaikan tanpa perlu evakuasi besar-besaran atau penutupan jalan. Efisiensi ini menunjukkan koordinasi yang baik antara tim internal dan petugas pemadam. Tapi mari kita lihat lebih dalam: seberapa sering instalasi seperti papan reklame ini benar-benar diperiksa secara menyeluruh?

Lebih Dari Sekadar Korsleting: Masalah Sistemik yang Perlu Perhatian

Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Kalimat yang sudah terlalu familiar di telinga kita, bukan? Seolah-olah korsleting adalah takdir yang tidak bisa dihindari. Padahal, dalam banyak kasus, korsleting adalah akibat dari perawatan yang kurang optimal, pemasangan yang tidak sesuai standar, atau material yang sudah uzur. Papan reklame, terutama yang berukuran besar dengan lampu-lampu terang, adalah beban listrik yang signifikan. Mereka terpapar cuaca ekstrem Jakarta setiap hari: hujan deras, terik matahari, polusi, dan getaran dari lalu lintas.

Di sinilah opini saya sebagai penulis yang sering mengamati perkembangan kota: kita terlalu fokus pada estetika dan fungsi iklan, tapi mengabaikan aspek keamanan instalasi tersebut. Berapa banyak papan reklame di Jakarta yang benar-benar mendapatkan inspeksi rutin oleh ahli listrik bersertifikat? Berapa banyak yang memiliki sistem pemutus arus otomatis yang sensitif? Data dari Asosiasi Periklanan Indonesia menunjukkan bahwa hanya sekitar 45% perusahaan periklanan outdoor yang melakukan inspeksi listrik rutin setiap 6 bulan. Sisanya? Bisa setahun sekali, atau bahkan hanya ketika ada masalah.

Implikasi yang Lebih Luas: Keamanan Publik di Ruang Kota

Insiden di Sarinah ini seharusnya menjadi wake-up call bagi kita semua. Bayangkan jika kebakaran terjadi di jam sibuk, atau jika api berhasil merambat ke dalam gedung yang penuh pengunjung. Skenarionya bisa jauh lebih buruk. Gedung-gedung tinggi, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya di Jakarta dipenuhi dengan instalasi listrik eksternal: bukan hanya papan reklame, tapi juga lampu dekorasi, sistem audio outdoor, dan berbagai perangkat elektronik lainnya.

Yang perlu kita pertanyakan adalah sistem pengawasan dan regulasinya. Apakah standar keamanan instalasi listrik outdoor di Jakarta sudah cukup ketat? Apakah ada mekanisme penegakan aturan yang konsisten? Sebagai warga kota, kita berhak merasa aman tidak hanya dari kriminalitas, tapi juga dari potensi bahaya seperti kebakaran yang sebenarnya bisa dicegah. Manajemen Sarinah sudah melakukan langkah tepat dengan pengecekan menyeluruh pasca-insiden, tapi tindakan reaktif saja tidak cukup.

Belajar dari Keberhasilan dan Menatap Ke Depan

Operasional Sarinah yang kembali normal dengan cepat memang patut diapresiasi. Tapi jangan biarkan normalitas ini membuat kita lengah. Justru dalam kondisi normal-lah kita harus paling waspada dan proaktif. Insiden kecil seperti ini adalah kesempatan emas untuk evaluasi dan perbaikan sistem. Bukan hanya untuk Sarinah, tapi untuk semua pengelola gedung dan fasilitas publik di Jakarta.

Pertanyaan reflektif untuk kita semua: apakah kita sebagai masyarakat sudah cukup kritis terhadap lingkungan sekitar? Ketika melihat instalasi listrik yang terlihat tidak rapi atau sudah tua, apakah kita pernah melaporkannya? Atau kita hanya berasumsi "pasti sudah ada yang ngurusin"? Keamanan publik adalah tanggung jawab kolektif. Petugas pemadam bisa datang dengan cepat, tim keamanan bisa responsif, tapi pencegahan membutuhkan kesadaran dan partisipasi semua pihak.

Mari kita jadikan insiden di Sarinah sebagai titik balik. Bukan untuk menyalahkan, tapi untuk membangun sistem yang lebih baik. Pengelola gedung perlu lebih ketat dalam memilih vendor dan melakukan maintenance rutin. Pemerintah perlu mengevaluasi dan menegakkan regulasi dengan lebih serius. Dan kita sebagai masyarakat perlu lebih aware dan proaktif. Karena di kota sebesar Jakarta, keamanan bukanlah kemewahan, tapi kebutuhan dasar yang harus dijamin untuk setiap orang yang hidup, bekerja, dan berkegiatan di dalamnya. Bagaimana menurut Anda? Sudahkah lingkungan sekitar Anda benar-benar aman dari potensi bahaya serupa?

Dipublikasikan: 7 Januari 2026, 16:54
Diperbarui: 7 Januari 2026, 16:54
Korsleting di Sarinah: Alarm Nyata untuk Keamanan Instalasi Publik di Jakarta | Kabarify