Korsleting di Billboard Sarinah Picu Kepanikan Malam Minggu, Respons Cepat Cegah Malapetaka
Insiden listrik pada papan iklan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, memicu kobaran api yang berhasil diatasi dalam waktu singkat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang menguji sistem tanggap darurat di pusat kota tersebut.
Suasana malam Minggu di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, tiba-tiba berubah menjadi mencekam ketika kobaran api terlihat menjilat sebuah billboard di sisi luar gedung ikonik tersebut. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB ini sempat menimbulkan kepanikan di antara pengunjung dan pengendara yang melintas di Jalan MH Thamrin.
Asap pekat yang membumbung tinggi langsung menarik perhatian petugas keamanan internal Sarinah. Dalam hitungan menit, tim darurat internal telah melakukan upaya pemadaman awal, mencegah api merambat ke struktur utama gedung yang padat pengunjung. "Kami langsung mengaktifkan protokol darurat begitu melihat asap dari CCTV," jelas seorang sumber keamanan yang enggan disebutkan namanya.
Unit Pemadam Kebakaran DKI Jakarta tiba di lokasi dengan enam kendaraan operasional. Namun, berkat penanganan cepat tim internal, kobaran api utama telah berhasil dikendalikan sebelum membesar. "Saat kami tiba, proses pendinginan sedang berlangsung. Tidak ada perluasan area kebakaran," konfirmasi Kepala Sektor Gulkarmat Jakarta Pusat.
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik pada instalasi billboard berukuran 4x6 meter tersebut. Tim investigasi menemukan adanya kabel yang terkelupas di bagian transformer lampu. "Kami sedang memeriksa usia instalasi dan riwayat perawatannya," tambah petugas investigasi yang masih melakukan pemeriksaan mendalam.
Manajemen Sarinah langsung melakukan audit keamanan menyeluruh usai insiden. Semua instalasi listrik eksternal, termasuk 12 billboard lainnya, diperiksa ulang. "Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama," tegas perwakilan manajemen dalam pernyataan resminya.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, operasional pusat perbelanjaan tetap berjalan normal. Pengunjung hanya diarahkan menjauh dari area billboard selama proses pembersihan. Insiden ini menyisakan pelajaran berharga tentang pentingnya maintenance rutin instalasi listrik di ruang publik, terutama di bangunan bersejarah seperti Sarinah yang telah beroperasi puluhan tahun.
Ahli keselamatan gedung menilai respons cepat dalam kejadian ini patut diapresiasi, namun mengingatkan bahwa pencegahan lebih penting daripada penanganan. "Billboard dengan instalasi listrik di luar ruangan rentan terhadap cuaca dan usia pakai. Pemeriksaan berkala setiap tiga bulan seharusnya menjadi standar wajib," papar Dr. Ahmad Fauzi, pakar sistem keamanan bangunan.