ekonomi digitalTeknologi

Gelombang Kenaikan Harga RAM 2026: Bagaimana AI Mengubah Lanskap Harga Perangkat Digital Anda

Ledakan permintaan teknologi kecerdasan buatan dan ketegangan pasokan global memicu lonjakan harga RAM pada 2026, berimbas pada kenaikan biaya PC, laptop, dan smartphone yang mengancam anggaran konsumen.

Penulis:Ahmad Alif Badawi
5 Januari 2026
Gelombang Kenaikan Harga RAM 2026: Bagaimana AI Mengubah Lanskap Harga Perangkat Digital Anda

Lanskap harga perangkat teknologi diprediksi akan memasuki fase baru yang lebih mahal seiring bergulirnya tahun 2026. Pemicu utamanya adalah gejolak signifikan di pasar memori global, di mana komponen RAM (Random Access Memory) mengalami eskalasi harga yang cukup tajam. Imbasnya langsung terasa di rak-rak penjualan, dengan komputer, laptop, dan ponsel pintar menjadi sasaran penyesuaian harga ke atas.

Di balik layar kenaikan ini, ada dua kekuatan utama yang beradu. Pertama, adalah dahaga yang tak terpuaskan dari industri kecerdasan buatan (AI) dan pusat data raksasa. Mereka membutuhkan RAM dalam jumlah besar dan kapasitas tinggi untuk menjalankan model-model kompleks dan memproses data. Fokus produsen chip memori pun bergeser, mengalihkan prioritas produksi dari pasar konsumen biasa ke segmen enterprise yang lebih menguntungkan ini. Hasilnya? Pasokan RAM untuk kebutuhan sehari-hari menjadi langka.

Faktor kedua yang memperparah situasi adalah infrastruktur produksi yang belum sepenuhnya siap menghadapi lonjakan permintaan tiba-tiba ini. Proses fabrikasi chip yang rumit dan rantai pasok global yang masih dalam masa pemulihan dan penyesuaian pasca-gejolak sebelumnya, membuat peningkatan produksi tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Analis pasar memperingatkan bahwa tekanan harga ini mungkin akan bertahan, setidaknya hingga paruh kedua atau bahkan akhir 2026, sebelum keseimbangan baru antara permintaan dan pasokan tercapai.

Dampaknya bagi konsumen sangat nyata. Rencana untuk membeli perangkat baru atau sekadar meningkatkan memori laptop lama perlu dikaji ulang dengan anggaran yang lebih besar. Produsen perangkat keras, yang menanggung beban biaya komponen yang melambung, tidak punya banyak pilihan selain meneruskan sebagian beban tersebut ke harga jual akhir. Kenaikan ini tidak hanya menyentuh PC rakitan atau laptop gaming, tetapi juga merambat ke perangkat mobile. Smartphone kelas menengah ke atas, yang semakin mengandalkan RAM besar untuk performa multitasking dan fitur AI, berpotensi mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Fenomena ini menjadi studi kasus nyata tentang bagaimana terobosan teknologi di satu sisi (seperti AI) dapat membawa konsekuensi ekonomi di sisi lain, yang akhirnya ditanggung oleh pengguna akhir. Bagi konsumen, tahun 2026 mungkin menjadi tahun untuk lebih bijak dan strategis dalam berbelanja teknologi, mempertimbangkan antara kebutuhan mendesak dan kemampuan menunggu hingga pasar kembali stabil.

Dipublikasikan: 5 Januari 2026, 05:52
Diperbarui: 5 Januari 2026, 05:52
Gelombang Kenaikan Harga RAM 2026: Bagaimana AI Mengubah Lanskap Harga Perangkat Digital Anda | Kabarify