Lingkungan

Dari Desa Terpencil ke Kota Besar: Bagaimana Energi Bersih Mengubah Wajah Indonesia

Transisi energi bukan lagi sekadar wacana, tapi realitas yang sedang membangun masa depan Indonesia. Simak bagaimana energi terbarukan mulai menjawab tantangan sekaligus membuka peluang baru di berbagai daerah.

Penulis:khoirunnisakia
7 Januari 2026
Dari Desa Terpencil ke Kota Besar: Bagaimana Energi Bersih Mengubah Wajah Indonesia

Bayangkan sebuah desa kecil di pelosok Indonesia yang selama puluhan tahun hanya mengandalkan genset berbahan bakar solar. Suara bising mesin menjadi soundtrack kehidupan sehari-hari, sementara tagihan listrik tak jarang menghabiskan separuh pendapatan warga. Kini, cerita itu mulai berubah. Atap-atap rumah dan fasilitas umum mulai dipasangi panel surya yang diam-diam bekerja menangkap sinar matahari, mengubahnya menjadi listrik yang lebih bersih dan terjangkau. Inilah wajah baru transisi energi di Indonesia – bukan hanya proyek besar di kota metropolitan, tapi revolusi kecil yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di daerah.

Pemerintah memang sedang mendorong percepatan penggunaan energi terbarukan dengan fokus khusus pada daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan listrik secara optimal. Tapi yang menarik, ini bukan sekadar soal mengganti sumber energi dari fosil ke yang lebih ramah lingkungan. Menurut data Kementerian ESDM, ada lebih dari 1.200 desa di Indonesia yang masih mengalami pemadaman listrik bergilir atau bahkan belum teraliri listrik sama sekali. Di sinilah energi surya dan angin bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mendesak. Yang saya amati, program ini mulai menunjukkan dampak ganda: selain mengurangi ketergantungan pada energi fosil, juga membuka akses energi yang lebih stabil bagi komunitas yang selama ini terpinggirkan.

Yang sering luput dari perbincangan adalah aspek ekonomi kreatif yang muncul dari transisi energi ini. Di beberapa daerah seperti NTT dan Sulawesi Tengah, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen pasif, tapi mulai terlibat dalam pemeliharaan dan pengelolaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal. Mereka dilatih menjadi teknisi lokal, menciptakan lapangan kerja baru yang sebelumnya tidak terbayangkan. Program energi terbarukan ternyata juga mendorong munculnya usaha-usaha kecil seperti warung yang bisa beroperasi lebih lama karena tersedia listrik, atau kelompok ibu-ibu yang mulai memproduksi keripik dan makanan ringan dengan bantuan listrik yang lebih terjangkau.

Dengan dukungan kebijakan dan investasi yang tepat, saya optimis pengembangan energi terbarukan akan semakin masif dalam beberapa tahun ke depan. Tapi ada catatan penting: keberhasilan program ini sangat bergantung pada pendekatan yang sesuai dengan karakteristik lokal. Solusi yang berhasil di Jawa belum tentu cocok diterapkan di Papua. Butuh pendekatan yang lebih luwes, melibatkan masyarakat sejak awal, dan mempertimbangkan kearifan lokal.

Pada akhirnya, transisi energi bukanlah proyek pemerintah semata. Setiap kita punya peran dalam mendorong perubahan ini – mulai dari kesadaran untuk menghemat energi sehari-hari, dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan, hingga keterbukaan untuk mengadopsi teknologi energi bersih di lingkungan terdekat. Pertanyaannya sekarang: sudah siapkah kita menjadi bagian dari perubahan ini? Karena masa depan energi Indonesia tidak hanya ditentukan di ruang rapat pemerintah, tapi juga di setiap rumah, desa, dan komunitas yang memilih untuk bergerak menuju kemandirian energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dipublikasikan: 7 Januari 2026, 07:07
Diperbarui: 7 Januari 2026, 07:07
Dari Desa Terpencil ke Kota Besar: Bagaimana Energi Bersih Mengubah Wajah Indonesia | Kabarify